Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Karanganyar – Ketua DPRD Jateng Sumanto menyoroti semakin menyusutnya lahan sawah pertanian akibat minimnya regenerasi petani.

Fenomena tersebut tidak hanya mengancam ketahanan pangan, tetapi juga bisa menghilangkan sumber penghidupan masyarakat pedesaan dalam jangka panjang.

Hal itu Sumanto sampaikan saat menggelar Temu Tani bersama para petani di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Di hadapan ratusan petani, dan tokoh masyarakat, ia mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian sebagai aset yang tak tergantikan.

Sumanto mengatakan, saat ini semakin banyak generasi muda yang enggan meneruskan profesi orang tuanya sebagai petani. Kondisi tersebut terjadi seiring maraknya penjualan lahan warisan karena dianggap mampu memberikan keuntungan instan.

”Yang menjadi persoalan sekarang adalah regenerasi petani semakin sedikit. Banyak anak-anak muda yang tidak lagi tertarik bertani. Bahkan, ketika orang tuanya meninggalkan sawah atau tanah warisan, justru dijual. Memang hasil penjualannya besar, tetapi setelah tanah itu habis dijual, mata pencaharian mereka juga ikut hilang,” kata Sumanto.

Bukan cuma sebidang tanah... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler