Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Upaya panjang pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu (14/1/2026), Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan puncak Gunung Slamet.

Ditemukannya survivor pendaki hilang di Gunung Slamet itu disiarkan melalui akun resmi Instagram Basecamp Slamet via Bambangan Purbalingga (@slametviabambangan). Dalam unggahan itu disebutkan, Syafiq ditemukan di lereng puncak selatan Gunung Slamet, tepatnya di area antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.

“Alhamdulillah, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan telah ditemukan. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturraden. Saat ini masih dalam proses evakuasi,” tulis akun tersebut.

Hingga Rabu (14/1/2026) petang, proses evakuasi yang dilakukan Tim relawan masih dilakukan. Syafiq sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (29/12/2025). Pendaki asal Magelang ini diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu malam (27/12/2025) melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang.

Operasi pencarian resmi dilakukan setelah Haidar ditemukan selamat di Pos 9 pada Senin (29/12/2025). Namun, setelah sepekan pencarian tanpa hasil, operasi SAR resmi untuk pencarian Syafiq yang hilang di Gunung Slamet dihentikan pada Rabu (7/1/2026).

Meski operasi SAR telah ditutup, pencarian tidak sepenuhnya berhenti. Sejumlah relawan dari Basecamp Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas tetap melakukan upaya pencarian secara mandiri.

Seperti dilansir dari Tribun Banyumas, Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, mengatakan pencarian tersebut dilakukan atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral. Sebagai pengelola jalur pendakian dan warga yang tinggal di kaki Gunung Slamet, mereka merasa punya kewajiban untuk terus berupaya menemukan Syafiq.

Pencarian diperluas...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler