Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan pengembangan moda transportasi massal BRT Trans Jateng untuk Koridor Magelang-Temanggung atau kawasan aglomerasi Gelangmanggung. Layanan ini direncanakan bisa mulai beroperasi pada 2027.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov Jateng dalam mengembangkan sistem BRT berbasis aglomerasi guna meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah. Salah satu fokus pengembangan adalah Koridor Gelangmanggung yang menghubungkan wilayah Magelang-Temanggung.

Kawasan aglomerasi Gelangmanggung meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung. Kehadiran BRT Trans Jateng pada koridor ini diharapkan mampu mendukung mobilitas harian masyarakat sekaligus sektor pariwisata.

“Kehadiran koridor baru ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menekan biaya transportasi warga,” kata Ahmad Luthfi, seperti dilansir Antara, Jumat (23/1/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko menjelaskan, BRT Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung merupakan bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang dikembangkan Pemprov Jateng. Hal ini seiring dengan penguatan kawasan aglomerasi.

“Persiapan pengembangan aglomerasi diawali dengan membangun komitmen bersama untuk integrasi dan kolaborasi sistem transportasi dari tingkat primer hingga kota dan desa,” ujarnya.

Komitmen tersebut telah dituangkan dalam kesepakatan bersama antara Gubernur Jawa Tengah dengan para bupati dan wali kota di wilayah Gelangmanggung. Dukungan juga datang dari pemerintah daerah setempat. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut langkah ini sebagai awal penting dalam membangun sistem transportasi antardaerah yang saling terhubung.

“Ini komitmen bersama Magelang-Temanggung untuk merancang mobilitas warga yang lebih nyaman dan berkelanjutan,” katanya.

Gelangmanngung...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler