Banjir Bandang Pemalang, Tim Gabungan Evakuasi 92 Warga
Budi Santoso
Sabtu, 24 Januari 2026 17:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Banjir bandang akibat meluapnya sejumlah sungai melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/1/2026). Tim Gabungan yang terdiri dari Polres Pemalang, BPBD Pemalang, dan para relawan melakukan evakuasi terhadap 92 warga yang terdampak Banjir Pemalang tersebut.
Kepala Polres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, seperti dilansir Antara, mengatakan, luapan air sungai terjadi di wilayah Kecamatan Pulosari dan sekitarnya. Akibat derasnya arus sungai Kali Penakir, satu warga dilaporkan meninggal dunia, terseret air banjir.
“Satu korban meninggal dunia bernama Tanto akibat terseret arus deras Kali Penakir. Korban ditemukan di bawah jembatan Kali Penakir,” ujar AKBP Rendy di Pemalang, Sabtu (24/1/2026).
Selain banjir bandang, hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Belik–Purbalingga, Desa Bongas dan Desa Cibuyur, Kecamatan Watukumpul. Pohon tumbang sempat menutup akses jalan dan menimpa rumah warga.
“Seluruh pohon tumbang telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polsek, BPBD, dan instansi terkait,” katanya.
Luapan air sungai Kali Soso dan Kali Penakir juga mengakibatkan beberapa jembatan mengalami kerusakan serta merendam rumah warga di sekitarnya. Hingga kini, jumlah kerusakan jembatan, rumah terdampak, serta kerugian materiil akibat banjir Pemalang masih dalam proses pendataan oleh BPBD Pemalang.
Sebanyak 92 warga dari Desa Penakir yang terdampak banjir telah dievakuasi dan diungsikan ke Kantor Kecamatan Pulosari. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan mendirikan posko darurat untuk penanganan bencana serta melakukan pembersihan sisa material banjir.
“Petugas masih melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi kejadian. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata AKBP Rendy.



