Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Karanganyar - Ketua DPRD Jateng Sumanto menerima sejumlah keluhan terkait persoalan sampah dan banjir akibat tersumbatnya saluran air saat reses di Kabupaten Karanganyar, baru-baru ini. Warga menyampaikan keluhan terkait persoalan sampah yang menumpuk serta pembangunan yang banyak menutup gorong-gorong sehingga menyebabkan banjir saat hujan deras.

Camat Colomadu, Dwi Adi Susilo mengatakan, permasalahan sampah dan saluran air masih menjadi pekerjaan rumah di wilayahnya saat jumlah penduduk terus bertambah. Ia mengungkapkan, banyak warga yang membangun rumah dan tempat usaha tapi menutup saluran air sehingga gorong-gorong menjadi tersumbat dan menyebabkan banjir.

"Saluran air banyak yang ditutup sehingga jadi banjir. Ini yang perlu terus kita sosialisasikan ke masyarakat, boleh membangun tapi jangan menutup saluran air," katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar, Joko Pramono juga mengungkapkan hal yang sama. Tertutupnya saluran air yang menyebabkan banjir juga membuat jalan aspal cepat rusak. Hal tersebut menimbulkan masalah baru karena jalan banyak yang berlubang dan membahayakan pengendara.

"Akibat banjir, jalan banyak yang rusak meskipun baru beberapa bulan diperbaiki. Air tidak masuk ke saluran tapi ke jalan, begitu ada air menggenang, jalan aspal jadi rusak," ujarnya.

Ia menambahkan, hal itu menjadi persoalan tersendiri di tengah adanya efisiensi yang menyebabkan alokasi dana desa turun signifikan. Terbatasnya dana desa membuat pembangunan infrastruktur menjadi terbatas. Karena itu ia berharap Ketua DPRD Jateng Sumanto bisa membantu menyalurkan bantuan program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar.

"Dana desa kena efisiensi, tentu akibatnya sulit untuk membangun. Dengan reses ini harapannya Pak Manto bisa menyerap aspirasi dan direalisasikan," ungkapnya.

Karanganyar...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler