Selain berbasis akumulasi curah hujan dasarian, prakiraan cuaca 10 harian juga menunjukkan potensi hujan lebat di banyak kabupaten/kota pada periode 21-28 Februari. Sebarannya bisa berubah mengikuti dinamika atmosfer.
Peringatan dini cuaca dan iklim tersebut juga memuat prospek gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah. Gelombang laut di Samudera Hindia selatan Jateng bisa berpotensi mencapai kisaran 2,5 hingga 4 meter pada periode tertentu.
Sedangkan di perairan lainnya gelombang dalam kategori sedang (tinggi gelombang 1,25-2,5 meter) juga bisa terjadi. BMKG berharap informasi peringatan dini dasarian dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai dasar penguatan mitigasi.
Termasuk kesiapan infrastruktur pengendali banjir, pemantauan daerah rawan longsor, dan sistem peringatan dini di tingkat lokal, bisa disiapkan mendasarkan informasi dan perkiraan ini. Sehingga diharapkan bisa diambil langkah antisipasi.
“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama serta rutin memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat,” kata Teguh.
Murianews, Cilacap – Status Siaga curah hujan tinggi akan dialami tujuh kabupaten di Jawa Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan status ini di tujuh kabupaten di Jateng pada Dasarian III Februari 2026, menyusul prakiraan akumulasi hujan hingga 300 milimeter per dasarian.
“Status siaga menandakan potensi hujan menengah hingga lebat terjadi berulang dalam satu dasarian dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir maupun tanah longsor, sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan,” kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo di Cilacap, Sabtu (21/2/2026) dilansir Antara.
Status siaga curah hujan tinggi tersebut, menurut Teguh Wardoyo sudah tercantum dalam peringatan dini cuaca dan iklim Dasarian III Februari 2026. Data tersebut dikeluarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II.
Tujuh kabupaten di Jateng yang berstatus siaga curah hujan tinggi akan meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara. Wilayah ini berpotensi mengalami curah hujan berkisar 200-300 milimeter per dasarian.
BMKG juga memprediksi ada sejumlah wilayah yang akan memiliki status waspada curah hujan tinggi (150-200 milimeter per dasarian). Cakupannya lebih luas, meliputi Kota Semarang, Surakarta, Salatiga, Tegal, dan Pekalongan, serta Kabupaten Cilacap.
Kemudian Kabupaten Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Semarang, Kendal, Demak, Kudus, dan Jepara. Status waspada curah hujan tinggi akan berlaku pada wilayah-wilayah tersebut.
“Secara umum, seluruh zona musim di wilayah Jawa Tengah masih berada pada periode musim hujan, sehingga peluang kejadian hujan lebat masih cukup tinggi, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan,” katanya menjelaskan.
Akumulasi Hujan...
Selain berbasis akumulasi curah hujan dasarian, prakiraan cuaca 10 harian juga menunjukkan potensi hujan lebat di banyak kabupaten/kota pada periode 21-28 Februari. Sebarannya bisa berubah mengikuti dinamika atmosfer.
Peringatan dini cuaca dan iklim tersebut juga memuat prospek gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah. Gelombang laut di Samudera Hindia selatan Jateng bisa berpotensi mencapai kisaran 2,5 hingga 4 meter pada periode tertentu.
Sedangkan di perairan lainnya gelombang dalam kategori sedang (tinggi gelombang 1,25-2,5 meter) juga bisa terjadi. BMKG berharap informasi peringatan dini dasarian dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai dasar penguatan mitigasi.
Termasuk kesiapan infrastruktur pengendali banjir, pemantauan daerah rawan longsor, dan sistem peringatan dini di tingkat lokal, bisa disiapkan mendasarkan informasi dan perkiraan ini. Sehingga diharapkan bisa diambil langkah antisipasi.
“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama serta rutin memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat,” kata Teguh.