Bau busuk dan belatung dari atap bagian atap masjid Miftahul Janah, Desa Pengaradan pertama kali diketahui oleh seorang marbot masjid. Saat itu bau busuk tercium, dan tiba-tiba si Marbot kejatuhan belatung dari bagian atas masjid.
Kejadian ini sontak membuat geger warga Desa Pangaradan sekaligus menimbulkan pertanyaan besar. Namun berikutnya warga segera mendapatkan jawaban mengapa ada bau busuk menyengat dan muncul belatung di masjid itu.
Segera setelah muncul bau menyengat dan belatung, warga melakukan pencarian terhadap sumber masalahnya. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada dua jasad manusia yang sudah mulai rusak di bagian atap.
Kondisinya yang sudah mulai rusak akhirnya mengeluarkan belatung dan bau busuk. Dua jasad manusia itu akhirnya diketahui bernama Iwan dan Bambang, yang merupakan warga desa setempat.
Keduanya dilaporkan hilang ke pihak polisi, sejak Jumat (20/3/2026), atau sehari mejelang Lebaran Idul Fitri. Keberadaan dua orang ini telah dicari hampir sepekan sebelumnya. Namun tak ada yang mengira, keduanya malah meninggal di ataf masjid.
Menurut penjelasan Sekdes Pengaradan, Dwi Andriyanto seperti dilansir detikJateng, kedua orang ini dilaporkan hilang sebelumnya. Bahkan pihak keluarganya sudah melaporkan ke pihak Polisi mengenai hilangnya mereka.
Diduga kuat, Iwan dan Bambang meninggal dunia karena tersetrum listrik saat menemui saudaranya, Mahardi yang berada di atap masjid. Dijelaskan oleh Dwi, Iwan dan Bambang kabarnya memiliki urusan keluarga dengan seseorang yang harus diselesaikan.
Murianews, Brebes – Warga Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Brebes digegerkan dengan kejadian adanya belatung jatuh dari atap Masjid Miftahul Janah. Kejadian ini berlangsung Rabu (25/3/2026) sore, dan hingga kini masih menjadi perbincangan.
Bau busuk dan belatung dari atap bagian atap masjid Miftahul Janah, Desa Pengaradan pertama kali diketahui oleh seorang marbot masjid. Saat itu bau busuk tercium, dan tiba-tiba si Marbot kejatuhan belatung dari bagian atas masjid.
Kejadian ini sontak membuat geger warga Desa Pangaradan sekaligus menimbulkan pertanyaan besar. Namun berikutnya warga segera mendapatkan jawaban mengapa ada bau busuk menyengat dan muncul belatung di masjid itu.
Segera setelah muncul bau menyengat dan belatung, warga melakukan pencarian terhadap sumber masalahnya. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada dua jasad manusia yang sudah mulai rusak di bagian atap.
Kondisinya yang sudah mulai rusak akhirnya mengeluarkan belatung dan bau busuk. Dua jasad manusia itu akhirnya diketahui bernama Iwan dan Bambang, yang merupakan warga desa setempat.
Keduanya dilaporkan hilang ke pihak polisi, sejak Jumat (20/3/2026), atau sehari mejelang Lebaran Idul Fitri. Keberadaan dua orang ini telah dicari hampir sepekan sebelumnya. Namun tak ada yang mengira, keduanya malah meninggal di ataf masjid.
Menurut penjelasan Sekdes Pengaradan, Dwi Andriyanto seperti dilansir detikJateng, kedua orang ini dilaporkan hilang sebelumnya. Bahkan pihak keluarganya sudah melaporkan ke pihak Polisi mengenai hilangnya mereka.
Diduga kuat, Iwan dan Bambang meninggal dunia karena tersetrum listrik saat menemui saudaranya, Mahardi yang berada di atap masjid. Dijelaskan oleh Dwi, Iwan dan Bambang kabarnya memiliki urusan keluarga dengan seseorang yang harus diselesaikan.
Diduga Kesetrum...
Mereka berniat mengajak Marhadi, saudara sepepu Iwan, yang dianggap lebih tua dan pantas mendampingi mereka. Mereka kemudian mencari Mahardi yang saat itu masih memperbaiki lampu yang ada di bagian kubah masjid.
Sehingga sebelum pergi, mereka terlebih dahulu menemui Marhadi, sepupu Iwan, yang sedang berada di atap masjid untuk memperbaiki lampu di kubah. Dari informasi yang ada, keduanya kemudian menyusul naik ke bagian atap masjid.
“Tujuannya untuk meminta pendampingan karena Marhadi dianggap lebih dituakan,” jelas Dwi, seperti dilansir dari detikJateng.
Karena Marhadi berada di atas, Iwan dan Bambang ikut naik ke atap masjid. Setelah berbincang dengan Marhadi, keduanya pamit turun. Namun sejak saat itu, mereka tidak pernah terlihat lagi.
Marhadi sendiri tidak menyadari jika dua orang yang baru saja menemuinya ternyata tersertrum listrik saat turun meninggalkan dirinya. Sampai akhirnya tidak menyadari jika sepupunya itu sudah meninggal dan jasadnya mengeluarkan belatung.
Keluarga mulai khawatir karena hingga Lebaran, keduanya tak kunjung pulang. Hal yang semakin mencurigakan, sepeda motor yang mereka gunakan masih terparkir di depan masjid.
“Warga bingung karena mereka tidak pulang berhari-hari,” tambahnya.
Belatung...
Di tengah pencarian dua orang warga inilah, pada Rabu (25/3/2026), Marbot Masjid Miftahul Janah mendapati belatung di lantai masjid. Selain itu juga muncul bau menyengat, yang akhirnya menumbuhkan kecurigaan.
Sampai akhirnya diketahui di atas atab masjid ditemukan dua jasad yang sudah mulai mengeluarkan belatung. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke Polisi dan pihak terkait lainnya.
Proses evakuasi dilakukan pada Rabu (25/3/2026) malam dengan menggunakan tali untuk menurunkan kedua jenazah dari atap. Diduga dua orang ini secara tak sengaja tersetrum listrik, saat akan turun dari atap masjid.
“Di bagian atas banyak kabel. Kemungkinan mereka tidak sengaja tersengat saat turun,” ungkap Sekdes Pangaradan, terkait adanya belatung di Masjid Baitul Janah itu.