Kejadian atap runtuh SDN 2 Sribit Klaten sendiri bukan disebabkan karena cuaca ekstrem. Tetapi diduga karena struktur kayu dari bangunan sekolah ini yang sudah rapuh.
Kejadian runtuhnya atap SDN 2 Sribit Klaten, diketahui berlangsung saat jam sekolah kosong. Sehingga tidak menimbulkan korban dari par siswa. Setelah kejadian, hujan deras justru mengguyur lokasi hingga sore hari.
Tim gabungan kini fokus pada pembersihan area untuk mencegah potensi bahaya lanjutan. Selain itu, pihak BPBD Klaten meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bangunan sekolah, bukan hanya tiga ruangan yang terdampak.
Langkah ini dinilai penting demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pengajar SDN 2 Sribit Klaten ke depan. Saat ini, keputusan perbaikan permanen masih menunggu hasil kajian teknis dari dinas terkait.
Murianews, Kudus – Insiden atap ambruk di SDN 2 Sribit, Klaten, Kamis (2/4/2026) memaksa puluhan siswa menjalani kegiatan belajar mengajar dalam kondisi darurat. Di balik kejadian ini, tersimpan kisah tentang bangunan tua yang rapuh dan perjuangan guru serta siswa agar pendidikan tetap berjalan.
Peristiwa atap ambruk SDN 2 Sribit Klaten, seperti dilansir detikJateng hingga Senin (6/4/2026), masih menyisakan dampak hingga kini. Proses pembersihan terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat.
Tiga ruangan yang terdampak dari kejadian atap ambruk SDN 2 Sribit ini adalah ruang kelas 1, kelas 2, dan perpustakaan. Bagian-bagian ini mulai dibersihkan secara bertahap.
Menurut detikJateng, atap genteng diturunkan dari atap yang sudah melengkung dan berisiko bisa mengalami roboh susulan. Meski tampak masih layak pakai, struktur kayu penopang atap justru menjadi sumber masalah.
Banyak bagian kuda-kuda ditemukan lapuk, diduga akibat rayap dan rembesan air dalam waktu lama. Sehingga menimbulkan kerawanan bisa sewaktu-waktu roboh lagi.
Akibat atap ambruk SDN 2 Sribit Klaten ini, aktivitas belajar mengajar terpaksa dialihkan ke ruang seadanya. Siswa kelas 5 yang jumlahnya sedikit belajar di ruang kepala sekolah. Sementara itu, siswa kelas 2 dipindahkan ke ruang kelas 5, dan kelas 1 menggunakan ruang guru sebagai tempat belajar sementara.
Total ada 32 siswa SDN 2 Sribit Klaten yang terdampak dari runtuhnya atap sekolah mereka.. Meski ruang terbatas, kegiatan belajar tetap berlangsung agar siswa tidak tertinggal pelajaran.
Sudah Rapuh...
Kejadian atap runtuh SDN 2 Sribit Klaten sendiri bukan disebabkan karena cuaca ekstrem. Tetapi diduga karena struktur kayu dari bangunan sekolah ini yang sudah rapuh.
Kejadian runtuhnya atap SDN 2 Sribit Klaten, diketahui berlangsung saat jam sekolah kosong. Sehingga tidak menimbulkan korban dari par siswa. Setelah kejadian, hujan deras justru mengguyur lokasi hingga sore hari.
Tim gabungan kini fokus pada pembersihan area untuk mencegah potensi bahaya lanjutan. Selain itu, pihak BPBD Klaten meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bangunan sekolah, bukan hanya tiga ruangan yang terdampak.
Langkah ini dinilai penting demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pengajar SDN 2 Sribit Klaten ke depan. Saat ini, keputusan perbaikan permanen masih menunggu hasil kajian teknis dari dinas terkait.