Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk menghapus stigma negatif terkait proses rekrutmen aparat terutama dalam seleksi taruna Akpol. Sistem terbuka seperti ini juga memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta seleksi.
Selain itu, peserta diimbau untuk tetap percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Integritas dan usaha pribadi menjadi kunci utama dalam menghadapi seleksi ketat para calon taruna Akpol ini.
Murianews, Semarang – Persaingan menjadi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dimulai. Sebanyak 190 calon taruna tingkat Jawa Tengah harus melewati salah satu tahap krusial berupa tes kesehatan.
Seperti dilansir Antara, sebanyak 190 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk seleksi tahap I gelombang kedua calon taruna Akpol di Jawa Tengah. Proses ini berlangsung di Klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (9/4/2026).
Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, turun langsung meninjau jalannya pemeriksaan. Kehadirannya menjadi salah satu sinyal kuat jika proses seleksi ini diawasi secara serius dan profesional. Ia menegaskan, seluruh tahapan seleksi calon taruna Akpol Jateng dilaksanakan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan terbuka,” tegasnya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Latif memastikan tidak ada campur tangan dari pihak mana pun dalam proses seleksi Taruna Akpol ini. Semua peserta seleksi Taruna Akpol memiliki peluang yang sama untuk lolos, murni berdasarkan kemampuan dan hasil yang dicapai.
Menurutnya, transparansi adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap rekrutmen Polri khususnya dalam seleksi Akpol ini. Karena itu, setiap tahapan seleksi dirancang agar dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Dalam seleksi Taruna Akpol ini, hasil tes seleksi Akpol untuk sesi kesehatan langsung diumumkan setelah pemeriksaan selesai. Peserta bisa langsung mengetahui hasilnya tanpa harus menunggu lama.
“Hasil pemeriksaan kesehatan langsung diterima oleh peserta sebagai bagian dari proses yang transparan dan akuntabel,” ujarnya menambahkan.
Rasa Keadilan...
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk menghapus stigma negatif terkait proses rekrutmen aparat terutama dalam seleksi taruna Akpol. Sistem terbuka seperti ini juga memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta seleksi.
Selain itu, peserta diimbau untuk tetap percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Integritas dan usaha pribadi menjadi kunci utama dalam menghadapi seleksi ketat para calon taruna Akpol ini.