Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pihaknya mengatakan jika mereka dikirim bukan untuk berperang melawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), melainkan untuk membantu pemerintah daerah setempat untuk memulangkan masyarakat pengungsi dan mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Ratusan prajurit tersebut, menurutnya, akan menggantikan Satuan Tugas (Satgas) Yonif Raider 321/GT Kostrad yang masa tugasnya telah selesai.

Baca: KKB Yotam Bugiangge Terlibat Baku Tembak dengan Aparat di Nduga

”Prajurit-prajurit TNI tersebut diminta untuk membantu pembangunan di Kabupaten Nduga, sekaligus memberikan bantuan kepada warga,” katanya mengutip Kompas.com, Jumat (16/6/2023).

Sebanyak 400 personel tersebut akan menempati pos-pos mulai dari Distrik Mbua, Dal, Yig, Yal, Mugi, dan Mapenduma di Nduga, Papua Pegunugan.”Kepada prajurit yang akan menempati pos, saya menginstruksikan untuk selalu membantu masyarakat setempat agar memiliki masa depan yang lebih baik dan dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.Baca: Pesawat Susi Air Terbakar di Nduga, Papua TengahNamun, jika prajurit diserang, mereka harus memberikan perlawanan penuh yang mereka miliki.”Tidak boleh ragu-ragu, karena saya tidak ingin ada prajurit yang menjadi korban,” tambahnya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler