BMKG Imbau Warga Jateng Waspadai Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Cholis Anwar
Senin, 15 Desember 2025 14:34:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Cilacap – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, khususnya Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, untuk mewaspadai potensi hujan lebat sepekan ke depan.
Meskipun potensi hujan dalam tiga hari ke depan masih dalam kategori ringan, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyebut adanya peningkatan potensi cuaca ekstrem.
”Dari hari Jumat (19/12/2025) hingga akhir pekan, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat,” kata Teguh dikutip dari Antara, Senin (15/12/2025).
Teguh menjelaskan, potensi peningkatan curah hujan ini turut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, yaitu kemunculan Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia.
Siklon Tropis Bakung, yang sebelumnya adalah bibit siklon 91S, saat ini berada di barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum mencapai 50 knot (sekitar 95 km/jam), dan masuk dalam kategori dua.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau di selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin sekitar 20 knot.
Meskipun Siklon Bakung diprakirakan akan melemah menjadi kategori satu dan bergerak menjauhi Indonesia dalam 24 jam ke depan, dan peluang Bibit Siklon 93S berkembang menjadi siklon tropis rendah, kedua sistem ini tetap memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Jateng selatan.
Teguh menambahkan, suhu udara di Cilacap dan sekitarnya diprakirakan berkisar 26 derajat Celsius hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan 61-95 persen.



