Wagub Jateng Taj Yasin Dorong Mahasiswa Lestarikan Arab Pegon
Cholis Anwar
Sabtu, 4 April 2026 09:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak para mahasiswa penggiat bahasa Arab untuk tidak hanya mahir secara lisan, tetapi juga aktif melestarikan tradisi tulis Arab Pegon.
Menurutnya, Arab Pegon bukan sekadar warisan pesantren, melainkan instrumen komunikasi bersejarah yang pernah mempersatukan kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin ini saat menghadiri pelantikan serentak dan Rakernas Dewan Pimpinan Ittihadu Tholabah Al-Lughah Al-Arabiyah bi Indonesia (Ithla) di UIN Walisongo Semarang, Sabtu (4/4/2026).
”Pegon ini dulu di era kerajaan menjadi instrumen komunikasi antar-kerajaan di Nusantara. Dari Jawa hingga Semenanjung Melayu, Arab Pegon digunakan sebagai bahasa pengantar delegasi,” ujar Gus Yasin.
Arab Pegon merupakan sistem penulisan menggunakan abjad Hijaiah yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa lokal seperti Jawa dan Melayu.
Gus Yasin berharap Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia (Ithla) tidak terjebak pada penerjemahan kaku ke abjad Latin saja.
Ia mendorong para mahasiswa untuk membawa Arab Pegon ke ranah digital. Inovasi penggunaan Pegon di berbagai platform teknologi dinilai penting agar nilai historis dan tradisi ini tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Selain aspek budaya, Taj Yasin menyoroti peran strategis bahasa Arab dalam kancah geopolitik dan ekonomi global.
Hubungan indonesia... %NEW_APGE%
Ia memandang penguasaan bahasa Arab sebagai modal diplomatik yang kuat untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah.
Gus Yasin mengapresiasi konsistensi Ithla dalam mengirimkan pengajar bahasa Arab ke negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Ia berharap peran ini meluas hingga ke level politik internasional.
”Jika memiliki kompetensi bahasa yang kuat di kampus, mahasiswa kita bisa menjadi penyambung lidah Indonesia untuk mengomunikasikan berbagai permasalahan global,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergis Pesantren (LFSP) telah membuka program beasiswa jenjang S1 hingga S3, baik untuk perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Saat ini, tercatat sebanyak 439 pendaftar tengah mengikuti tahapan seleksi beasiswa tersebut.
Pemprov Jateng berharap Ithla dapat bersinergi dalam program penguatan pendidikan guna mencetak SDM unggul yang mampu membawa nama harum Indonesia di kancah internasional.



