Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Karanganyar – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto mencanangkan Gerakan Penanaman Pohon bertajuk ”Jogo Kali Merawat Bumi” di Kabupaten Karanganyar. Aksi lingkungan ini difokuskan pada penanaman bibit pohon penyimpan air di sepanjang bantaran sungai untuk menjamin ketersediaan air jangka panjang.

Gerakan tersebut dimulai pada Sabtu (11/4/2026), dengan melibatkan ratusan orang yang terdiri dari kelompok tani dan Relawan Jogo Kali. Sebanyak 100 bibit pohon jenis Preh, Bulu, dan Beringin ditanam di area Sungai Ndelok, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.

Sumanto menjelaskan, pemilihan jenis pohon seperti beringin dan preh dilakukan secara sengaja karena kemampuannya dalam mengikat dan menyimpan cadangan air tanah. Ia menyoroti fenomena hilangnya belik atau mata air kecil di perdesaan yang kini mulai mengering.

”Gerakan ini adalah upaya merawat bumi melalui sungai. Dulu banyak mata air kecil atau belik, sekarang sudah langka. Kita tanam kembali pohon-pohon penyimpan air agar saat kemarau cadangan air tetap terjaga,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia memproyeksikan manfaat dari penanaman ini akan terasa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan dengan munculnya sumber-sumber air baru yang bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Program ini disambut baik oleh para petani setempat yang selama ini terbebani biaya tinggi saat musim kemarau.

Ketua Kelompok Petani Maju Desa Suruh, Sumarno, mengungkapkan bahwa selama ini petani harus merogoh kocek sekitar Rp 100 ribu setiap kali menyewa sumur bor untuk mengairi sawah.

”Satu musim tanam bisa 20 sampai 25 kali pengairan. Modal yang dikeluarkan sangat besar. Jika air sungai tersedia sepanjang tahun berkat penghijauan ini, beban biaya petani tentu akan sangat berkurang,” tutur Sumarno.

Rutin dilakukan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler