Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Temanggung – Pemprov Jateng menerapkan berbagai inovasi strategis untuk mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan nasional.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem percepatan tanam berkelanjutan atau pola ”sepur”, yang mengintegrasikan proses panen hingga tanam secara cepat guna mengoptimalkan lahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, program swasembada pangan 2026 sejalan dengan visi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Target luas tanam padi pada 2026 ditetapkan mencapai 2,38 juta hektare, dengan realisasi hingga saat ini sebesar 683.782 hektare.

”Setiap hari, penambahan tanam mencapai rata-rata 7.000 hingga 8.000 hektare” ujarnya.

Menurutnya, produksi padi hingga Mei 2026 diproyeksikan mencapai 4,69 juta ton gabah kering giling dari target total 10,55 juta ton.

Selain padi, berbagai komoditas lain juga terus didorong. Produksi cabai tercatat 80.892 ton, bawang merah 144.705 ton, serta daging sapi 245.747 ton.

”Jawa Tengah juga menjadi kontributor utama produksi bawang putih nasional dengan capaian 63,9 persen,” ucapnya.

Perlindungan lahan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler