Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan wagub saat menghadiri penandatanganan nota kesepakatan dan rencana kerja penguatan transformasi layanan kesehatan rujukan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (23/05/2023).

Ia menilai, kesadaran masyarakat atas kesehatan sudah sangat tinggi. Namun, hal itu perlu diimbangi dengan informasi yang cukup.

Baca juga: Soal Migas Indonesia, Taj Yasin: Pemerintah Daerah Memainkan Peran Penting

”Sebab, saya sampaikan bahwa awareness masyarakat terhadap kesehatan ini pada puncaknya. Kepercayaan masyarakat sudah pada puncaknya. Dan ini tentu, menjadi tantangan kita untuk memberikan layanan yang terbaik buat masyarakat,” kata Taj Yasin.

Taj Yasin menambahkan, salah satu informasi yang harus gamblang disampaikan adalah mengenai sistem rujukan. Menurutnya, masyarakat perlu diberitahu secara detil oleh tenaga kesehatan ketika mendapat layanan rujukan. Mulai dari hari, waktu, hingga alur rujukan agar mereka paham betul dan tidak terburu-buru untuk datang ke rumah sakit.”Yang namanya melayani masyarakat kita tidak boleh hanya menyampaikan saja. Yang ada di depan (petugas medis) memberikan surat rujukan ini harus menyampaikan, lebih lebih kalau pasiennya sudah tua. Yang namanya pelayanan yaitu, kita akan capek. Tapi saya yakin, kalau ini sering kita ulangi, mereka akan paham alurnya,” paparnya.Lebih jauh, wagub menyampaikan rumah sakit juga perlu menyosialisasikan soal penyakit-penyakit berbahaya. Tujuannya, agar masyarakat memahami gejala-gejala yang dirasakan. Ia mencontohkan, ada masyarakat yang masih belum paham mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC).Jika masyarakat tidak paham, maka ini akan sangat beresiko bagi keselamatan. ”Masyarakat ternyata memang belum mengetahui karena gejalanya tidak langsung dirasa. Dikira ya hanya batuk biasa. Ternyata dari batuk itu banyak penyakit yang mengarah ke penyakit yang membahayakan,” tutupnya. 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler