Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pemberian bisyaroh ini merupakan salah satu program Pemprov Jateng selama hampir lima tahun terakhir bagi pondok-pondok pesantren di Jateng.

”Program ini sudah dicanangkan sejak awal saya menjabat wagub mendampingi Mas Ganjar. Program ini bukan hanya untuk muslim saja, melainkan juga bagi penganut agama lainnya. Meskipun saat ini, yang paling banyak menerima manfaat adalah dari (pondok) pesantren,” kata Taj Yasin saat ditemui di Rumah Dinas Wagub, Senin (03/06/2023).

Baca juga: Taj Yasin Tekankan Pentingnya Pembinaan Dewan Hakim MTQ, Bisa Menambah Khazanah Keislaman

Sejak digulirkan tahun 2019, bisyaroh senilai Rp 1 juta ini telah disalurkan kepada 2.020 orang santri. Mereka merupakan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah.

Tercatat, pada tahun 2019 jumlah peserta penerima bisyaroh sebanyak 105 orang. Ditahun berikutnya jumlah peserta sebanyak 81 orang. Pada tahun 2021 bisyaroh diterima oleh 358 orang. Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2022 dengan jumlah penyaluran bisyaroh kepada 763 orang. Sedangkan di tahun 2023 hingga Bulan Juli 2023 bisyaroh diterima oleh 713 orang. Taj Yasin berharap program ini dapat diteruskan di tahun-tahun mendatang.
”Kami harap program bisyaroh ini bisa diteruskan. Kalau perlu bisa ditingkatkan lagi agar yang menerima manfaat bisa lebih banyak,” imbuhnya.Selain program Bisyaroh bagi penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng juga memberikan insentif bagi pengajar agama. Total dana hibah yang diberikan Pemprov Jateng tahun 2023 mencapai Rp. 277 miliar.Nominal tersebut diserahkan kepada sebanyak 230.830 guru agama. Mereka menerima Rp 1,2 juta pertahun.Wagub menambahkan, sejak program berjalan, pihaknya ingin setiap tahun ada kenaikan jumlah penerima. Ia berharap di tahun-tahun mendatang insentif ini dapat terus dilaksanakan.”Pada tahun 2023 ada kenaikan penerimanya, walaupun tidak signifikan. Dan kami di pemerintahan, di sisa dua bulan (kepemimpinan) ini juga masih memperjuangkan untuk di tahun 2024 tidak hilang, tetap ada,” katanya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler