Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Menangani kasus stunting tak bisa dilakukan pemerintah saja. Namun, butuh dukungan dari berbagai pihak terkait lainnya.

Terkait hal itulah, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kembali mengingatkan perlunya upaya gotong royong untuk menekan angka stunting. Hal itu disampaikan wagub, usai meluncurkan Buku Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dan Sosial Untuk pencegahan Stunting oleh Universitas Diponegoro di Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang, Kamis (20/07/2023).

Wagub menuturkan, pemerintah telah mencanangkan berbagai program yang didesain melibatkan berbagai pihak untuk menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Jateng. Salah satunya, adalah program Satu OPD Satu Desa Dampingan.

”Kita harus gotong royong, harus keroyokan, kita tidak mau bekerja sendiri. Semua OPD harus bersinergi. Kita punya program Satu OPD Satu Desa Dampingan, kita locuskan (detail) lagi mana permasalahan stunting atau kemiskinan,” kata Taj Yasin.

Taj Yasin menambahkan, pemerintah juga mencanangkan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, Jo Kawin Bocah, sebagai upaya pencegahan stunting. Ia berharap program-program yang telah dibangun dapat direplikasi oleh pemerintah kabupaten/kota, khususnya yang menjadi zona miskin dan stunting.

Selain itu, upaya pencegahan stunting bagi remaja putri juga terus dilakukan. Salah satunya, adalah pemberian tablet tambah darah. Ia berharap kepala sekolah di Jateng bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing.

”Alhamdulillah program itu juga diaplikasi oleh pemerintah kabupaten kota garis miskin. Fokus kita penanganan 17 kabupaten kota yang ada stunting itu mengikuti metode kita,” imbuhnya.

Lebih jauh, wagub menilai buku Pedoman Strategi komunikasi perubahan perilaku yang baru saja diluncurkan ini dapat disosialisasikan secara luas. Sosialisasi dapat dilakukan dengan gelaran acara bedah buku di kabupaten/kota yang menjadi fokus penanganan stunting.

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler