Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Sebanyak 26 santri dari Pondok Pesantren Al Ittihad, Poncol, Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mengikuti program Technical Intern Training Program (TITIP) atau magang kerja ke Jepang. Keberangkatan mereka didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang lewat bantuan dari program zakat produktif.

Ketua Baznas Kabupaten Semarang Kadziq Faisol menjelaskan, pada awalnya para santri itu tergolong penerima zakat atau mustahik. Dia berharap, jika nanti mereka menerima gaji saat magang, dapat berubah menjadi muzakki atau pembayar zakat.

”Gaji mereka di sana cukup besar. Nantinya 2,5 persen dari gaji itu akan dibayarkan sebagai zakat,” katanya, saat acara sarasehan ulama-umaro/Baznas putaran ke-303, di halaman kantor Kecamatan Bancak, Selasa (2/7/2024) sore.

Pada 2024, pihaknya membantu 100 santri untuk magang kerja di Jepang. Diharapkan, dengan program tersebut, dapat meningkatkan perolehan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebab, akan merubah status penerima menjadi pembayar zakat, sehingga akan lebih banyak warga yang dapat dibantu memanfaatkan dana ZIS.

Selain para pelajar dan pencari kerja, lanjutnya, zakat produktif juga diberikan kepada pelaku Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM). Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong para pengelola masjid untuk membentuk unit pengumpul zakat, infak, dan sedekah (UPZIS). Nantinya, dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara mandiri dan hanya dilaporkan ke Baznas.

Camat Bancak Sugeng menghargai langkah inovasi yang dilakukan Baznas. Diharapkan, melalui upaya itu dapat memperluas jangkauan pelayanan untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Pada kesempatan itu pula, diserahkan bantuan uang tunai kepada empat warga Bancak yang mengalami musibah kebakaran.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler