Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Magelang – Ada yang menarik perhatian dalam wisuda ke-81 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Rabu (28/8/2024). Yakni, Muhammad Zadun Naja, seorang wisudawan tunarungu yang berhasil menyelesaikan studi di Prodi Ilmu Komunikasi.

Bahkan dengan segala keterbatasan Naja juga sukses menghasilkan film dokumenter berkualitas sebagai tugas akhir. Naja membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan semangat juang yang tinggi, ia berhasil melewati berbagai tantangan selama perkuliahan.

”Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa tuli juga bisa berprestasi dan berkontribusi di bidang yang saya cintai,” ungkap Naja, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Rabu (4/9/2024).

Film dokumenter berjudul ”Cahaya dalam Keterbatasan” yang dibuat Naja mengangkat tema tentang potensi dan kemampuan penyandang disabilitas. Proses kreatif itu berlangsung lebih dari satu bulan bersama teman temannya, mulai dari obserfasi, penulisan naskah, hingga editing.

Menurut Naja, melalui film ini, dirinya ingin memberikan pesan kepada masyarakat bahwa orang tuna rungu juga memiliki hak yang sama untuk berkarya dan berprestasi. Tidak sekedar lisan saja, karya yang dihasilkan juga menjadi bukti nyata kerja kerasnya.

Proses pembuatan film ini, lanjutnya sangat menantang, terutama dalam hal komunikasi bersama beberapa teman teman kampusnya. ”Namun, dengan dukungan dari dosen, teman-teman, dan keluarga, saya berhasil menyelesaikannya,” terang Naja.

Rektor Unimma Lilik Andriyani mengungkapkan, prestasi Naja tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa difabel lainnya. Program Studi Ilmu Komunikasi Unimma pun turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Naja. Hal Ini membuktikan bahwa Unimma berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi semua mahasiswanya.

”Kami sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh Unimma. Berkat mereka, anak kami bisa lulus hari ini dengan hasil yang memuaskan,” pungkasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler