Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Batang First Welding Ceremony Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), digelar pada Senin (30/9/2024). Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana hadir mendampingi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara ini.

Ruas transmisi gas bumi Cisem 2 membentang sepanjang 245 km dari Batang-Cirebon-Kandanghaur Timur. Pembangunan tersebut melanjutkan ruas Semarang-Batang sepanjang 62 km yang sudah dibangun pada tahun 2022 lalu.

Jaringan pipa Cisem 2 ini ditargetkan selesai pada Februari 2026. Pembangunan dikebut secara paralel di 24 titik dari Batang sampai Kandanghaur Timur, Jawa Barat.

”Dibangun menggunakan APBN secara multi years selama tiga tahun. Totalnya sebesar Rp 2,7 triliun, dengan pengerjaan selama 18 bulan. Ini melanjutkan tahap satu yang sudah dibangun sebelumnya,” kata Bahlil Lahadalia.

Jaringan atau transmisi gas bumi tersebut dibuat untuk memenuhi kebutuhan industri di KITB. Sebab, sejak awal KITB didesain untuk memiliki keunggulan tersendiri dari kawasan industri lainnya. Salah satunya adalah jaringan gas bisa masuk langsung.

”Gasnya kita ambil langsung dari sumbernya di Jawa Timur,” kata Bahlil.

Selain itu juga diproyeksikan menjadi jaringan gas rumah tangga untuk menekan ketergantungan pada elpiji. Harga gas bumi juga bisa lebih murah dari gas elpiji.

”Pemerintah mendesain agar saluran pipa bisa sampai ke rumah tangga, sehingga tidak ada lagi orang bilang gas elpiji atau harga elpiji naik,” katanya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyambut baik upaya pemerintah pusat untuk menyelesaikan pembangunan transmisi gas bumi Cisem tahap 2. Adanya jaringan gas bumi tersebut akan menarik minat para investor untuk berinvestasi di Jawa Tengah.

”Jaringan gas bumi ini sangat mendukung investasi ke depan, sekaligus mendukung Jawa Tengah sebagai penumpu industri nasional,” katanya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler