Nataru, Lokawisata di Jateng Diprediksi Dikunjungi 6,4 Juta Wisatawan
Dani Agus
Rabu, 25 Desember 2024 09:19:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Sebanyak 6,4 juta wisatawan diprediksi akan mengunjungi berbagai lokawisata atau destinasi wisata di Jateng pada momen libur Natal dan tahun baru 2025.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Agung Hariyadi mengatakan, saat libur Nataru 2024/2025, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan sekitar 6,4 juta orang. Jumlah itu diperoleh dari total warga yang diperkirakan masuk ke Jateng, pada periode tersebut sebanyak 9,5 juta orang.
Adapun, total wisatawan yang berkunjung ke lokawisata Jateng hingga 11 Desember 2024 mencapai 46.471.293 orang. Terdiri dari wisatawan nusantara sebanyak 45.973.021 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 498.272 orang.
Terkait hal itu, Agung menegaskan, koordinasi telah dilakukan dengan pemkab dan pemkot, terkait libur Nataru. Sejumlah imbauan diberikan, agar para wisatawan nyaman dan aman saat kunjungan wisata.
Di antaranya, pengelola lokawisata diminta menyediakan tempat istrirahat khusus bagi kru transportasi wisata. Selain itu, Agung juga mengimbau agar pengelola wisata menyediakan tempat parkir khusus.
”Tidak boleh parkir di jalanan. Sediakan tempat sendiri, atau kerja sama dengan penduduk sekitar. Kita juga tekankan untuk langkah antisipasi, gangguan keamanan baik itu parkir liar, premanisme, dan sebagainya. Itu kerja sama dengan pokdarwis dan penegak hukum, agar tidak menggangu pengunjung,” tuturnya, Selasa (24/12/2024).
Pihaknya juga melakukan monitoring di destinasi wisata yang berisiko tinggi, seperti wahana air, hingga wisata alam pegunungan. Hal itu terkait cuaca ekstrem yang saat ini terjadi.
Disinggung soal cuaca, pihaknya mengimbau agar wisatawan memantau prakiraan cuaca. Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk memitigasi risiko.



