Wisata Edukasi Baru di Magelang, Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur
Dani Agus
Kamis, 26 Desember 2024 20:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Magelang – Destinasi wisata di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bertambah. Ini menyusul dibukanya destinasi wisata baru, yakni Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur di Desa Karangrejo, Kamis (26/12/2024).
Destinasi wisata baru ini menawarkan edukasi sejarah kehidupan masyarakat pedusunan masa lampau dalam kekinian.
Pengelola Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur Umar Chusaini mengatakan, Museum Desa ini menjadi salah satu destinasi wisata baru yang tentunya akan memberikan sebuah nilai edukasi kepada wisatawan dan generasi muda.
Isi dari Museum Desa menggambarkan kehidupan masa lalu, peninggalan nenek moyang sebelum Indonesia merdeka. Seperti bentuk rumah petani Jawa, joglo limasan, berbagai peralatan pertanian, perabot rumah tangga, pusaka, kitab kuno dan lainnya
”Apa yang ada di desa, terutama Karangrejo juga ditampilkan di museum ini. Rumah petani rumah masyarakat biasa itu bisa dilihat langsung di Museum Desa ini,” kata Umar, dilansir dari laman Pemkab Magelang.
Dijelaskan Umar, selain menampilkan ribuan koleksi benda benda kuno yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Borobudur dan sekitarnya, Museum Desa juga memajang berbagai karya seni hasil karya para seniman saat ini.
Umar menceritakan, semua yang dipamerkan merupakan koleksi pribadi dari proses panjang selama puluhan tahun. Sedangkan koleksi paling tua yang dipamerkan sementara ini adalah buku tulisan tangan beraksara Jawa kuno yang diperkirakan sejak abad ke 17 dari daerah Temanggung.
Butuh Biaya Perawatan...
- 1
- 2



