Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Produksi padi di Provinsi Jawa Tengah mencapai 8.850.920 ton pada tahun 2024. Angka ini menyokong kebutuhan pangan nasional sebesar 16-17 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng Supriyanto mengatakan, di tengah tantangan pada sektor pertanian, Pemprov Jateng bertekad mendukung ketahanan pangan, sesuai ”Asta Cita” Presiden RI Prabowo Subiyanto.

”Dalam pendampingan produksi padi di Jateng, kami maksimal mendorong petani mencukupi kebutuhan Jawa Tengah, dan berkontribusi terhadap kebutuhan nasional,” katanya, dilansir dari laman Pemprov Jateng.

Dijelaskan, Produksi padi Jateng 8.850.920 ton, dari luas panen 1.554.931 hektare. Rerata selama lima tahun terakhir berkontribusi nasional 16-17 persen. Sedangkan produktivitas mencapai 5,69 ton per hektare.

Supriyanto mengatakan, beberapa upaya dilakukan untuk mencapai hasil tersebut. Di antaranya, mendorong peningkatan luas tambah tanam padi, bantuan pompanisasi, rehab jaringan irigasi tersier (RJIT), hingga bantuan sarana produksi pertanian, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

Ditambahkan, berdasarkan data Distanbun Jateng, sebanyak 32 kabupaten telah mendapat bantuan pompanisasi, di mana sejumlah 4.987 unit pompa telah dimanfaatkan petani.

Selain itu, pihaknya juga telah membantu RJIT di lima kabupaten. Yakni, Karanganyar, Rembang, Brebes, Semarang, dan Sukoharjo. Adapula bantuan pupuk NPK bersubsidi, dengan total 640.510 ton untuk 32 kabupaten/kota.

Adapun bantuan sarana produksi pertanian yang telah dikucurkan, berupa bantuan benih padi mencapai 6.392.475 kilogram, setara dengan luas 255.699 hektare. Bantuan itu bersumber dari bantuan APBD maupun APBN.

 

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler