Tegas! Ahmad Luthfi Larang Jual Beli Jabatan di Acara Halalbihalal ASN
Dani Agus
Selasa, 8 April 2025 10:35:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para ASN bekerja secara profesional melayani masyarakat dan melarang keras tindakan jual beli jabatan.
Hal itu ditegaskan Ahmad Luthfi saat memberikan arahan pada ASN pada acara apel pagi dan halalbihalal bersama pegawai Pemprov Jateng, di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (8/4/2025).
Menurut dia, ASN yang kasak-kusuk mencari-cari jabatan, dianggapnya bertindak tidak profesional. Hal itu justru menyalahi peran ASN sebagai pelayan masyarakat.
”Jabatan itu amanah. Kita akan pelototi siapa yang profesional dan tidak,” tegas mantan Kapolda Jateng itu.
Ahmad Luthfi tak ambil pusing pada latar belakang ASN. Entah siapa orangnya, latar belakangnya apa, hingga bagaimana proses masuknya.
Ia hanya melihat profesionalisme kerja semata. Jika seorang ASN bekerja secara profesional, sepenuh hati, ikhlas, dan mau melayani masyarakat, maka akan mendapat jabatan yang lebih tinggi.
”Saya tidak melihat bapak ibu siapa, dari mana, nggendong siapa, tidak dilihat. Saat ini yang dilihat adalah kinerja. Siapa yang profesional, nanti yang akan dapat jabatan. Mempersulit pelayanan pada masyarakat adalah pantangan birokrasi kita,” tandasnya.
Menurut Luthfi, birokrasi itu diibaratkan sebuah kendaraan dan ASN diibaratkan bahan bakarnya. Agar pelayanan birokrasi kepada masyarakat itu baik, maka butuh bahan bakar yang baik pula.
Ngopeni Nglakoni...
- 1
- 2



