Buat Praktik Roasting Kopi, SMK di Magelang Ini Buka Kafe di Sekolah
Dani Agus
Rabu, 16 Juli 2025 23:09:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Magelang – Ada satu inovasi baru yang dilakukan SMK Ma'arif Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, pada tahun 2025. Yakni, mendirikan kafe sekolah untuk mengaplikasikan praktik pembuatan mesin roaster kopi buatan siswa.
Kepala SMK Ma'arif Kota Mungkid Ngungun Bayu Santoso mengatakan, ide mendirikan kafe muncul bersamaan dengan keberhasilan sekolah membuat mesin roasting kopi sendiri pada 2023.
Acara peresmian bengkel mesin SMK Ma'arif, sekaligus peluncuran alat roasting kopi buatan sendiri, dihadiri Gubernur Jawa Tengah saat itu Ganjar Pranowo.
”Dari awal kita bikin mesin roasting itu karena ingin menunjukkan keberhasilan kami dalam membuat mesin sendiri. Itu menjadi keunggulan kami dalam praktik membuat mesin produksi,” kata Bayu di Roastry & Cafe In Smartkid, kompleks SMK Ma'arif Kota Mungkid, Selasa (15/7/2025).
Menurut Bayu, kapasitas mesin roasting buatan siswa sekolahnya sudah memenuhi standar industri pengolahan kopi. Alat ini mampu memasak 3 kilogram biji kopi mentah untuk sekali produksi.
Sekolah kemudian mendirikan kafe untuk membuktikan bahwa mesin roasting buatan mereka telah memenuhi standar kebutuhan pasar.
”Semua biji kopi di sini kami roasting sendiri. Akhirnya kami bisa menjalani produksi dari bahan mentah hingga barang jadi. Semua proses produksi hingga jadi secangkir kopi, kami aplikasikan langsung ke usaha ini,” lanjutnya, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Rabu (16/7/2025).
Pengelolaan kafe ini melibatkan siswa jurusan Teknik Mesin dan jurusan Teknik Kimia Industri. Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan bagi sekolah untuk merancang kurikulum sesuai kebutuhan.
”Ada kesesuaian antara proses pengolahan kopi dengan jurusan Kimia Industri. Materinya cocok. Kemudian kami berimprovisasi soal kurikulum. Prinsipnya mengajarkan apa yang bisa diapikasikan langsung di dunia pekerjaan,” ujar Bayu.



