Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

”Penjualan tetap di area Jawa Tengah dan Jogja, beberapa pesanan dari luar daerah meski tidak banyak (rutin),” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Magelang.

Dalam proses produksi, Triyono dibantu Fatoni dan Harsono yang merupakan warga setempat. Ketiganya mahir membuat horsebow model flat Turkis, Mongolian dan lainnya.

Fatoni misalnya, mengaku dalam membuat satu unit alat panah yang berkualitas dibutuhkan waktu hingga beberapa hari, tergantung bentuk dan karakternya.

Bahan dasar panah adalah fiber khusus dan bilah kayu pilihan yang lentur dan ringan sehingga memudahkan bagi para pemula untuk belajar memanah.

”Agar jaminan presisi kita harus benar-benar cermat dalam proses tapper (perampingan bahan). Itu menjadi tantangan yang membutuhkan konsentrasi,” jelas Fatoni.

Keberadaan busur panah horsebow ini tak lepas dari sejarahnya yakni aktivitas memanah dengan menunggang kuda, baik di medan perang maupun olahraga.

Harga jual berbagai model panah horsebow Muntilan relatif terjangkau, yakni kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta tergantung model dan bentuknya.

Harga murah yang ditawarkan itu tak lain agar olahraga tradisional panahan tetap lestari dan kian diminati masyarakat.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler