Petani Cabai di Bligo Magelang Jual Hasil Panen Pakai Sistem Lelang
Dani Agus
Rabu, 20 Agustus 2025 22:31:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Sujarwo, volume pasokan cabai itu juga masih dipengaruhi cuaca, dimana saat musim hujan cabai cenderung mudah busuk karena kadar air berlebih.
”Kalau musim hujan itu cabainya basah cepat busuk dan sortirannya banyak,” ucapnya, dilansir dari laman Pemkab Magelang.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu IV Desa Bligo Hartoto mengatakan, kegiatan lelang di TOP Cabai dilakukan sejak Februari 2023 hingga saat ini.
Anggota grup TOP Cabai sekitar 150 orang, mulai dari petani, penyuluh pertanian Kabupaten Magelang dan petugas Laboratorium Penyakit hama Wilayah Kedu.
”Alhalmudillah sejak dibuka hingga saat ini ada terus, tapi sedikit banyak ada terus,” kata Hartoto.
Lewat sistem lelang ini, jelas Hartoto, petani akan mendapat keuntungan karena harga jual lebih tinggi dibanding dengan cara konvensional.
Dia menyontohkan, dalam setiap transaksi cabai selisih harga jual bisa sampai Rp 5.000 per kilogramnya.
Hartoto menjamin kualitas cabai yang dilelang dalam kondisi bagus karena sudah melewati beberapa kali sortir.
Selain itu beberapa cabai yang dilelang merupakan hasil panen dari pertanian semi organik. Kondisi cabai lebih segar karena hanya sedikit menggunakan pupuk kimia.



