Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Wonogiri – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ternyata bisa meneteskan air mata di hadapan banyak orang.

Momen itu terjadi saat Ahmad Luthfi mendengarkan lantunan puisi dari Najwa Aulia Ayu Solehah, siswi kelas 11 Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Wonogiri, Kamis (9/10/2025).

Momentum tersebut bermula saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang juga Bapak Disabilitas Jawa Tengah, mengunjungi SLBN Wonogiri.

Dia meninjau progres pembangunan gedung baru di sekolah tersebut, yang ditargetkan selesai pada November 2025.

Menjelang akhir kunjungan, seorang peserta didik berjalan menghampiri Ahmad Luthfi dengan dipapah oleh seorang guru. Ya. peserta didik itu bernama Najwa.

”Perkenalkan nama saya Najwa Aulia Ayu Solehah. Saya akan membawakan puisi berjudul Rindu Cahaya,” ucapnya, menyampaikan kepada Ahmad Luthfi.

Puisi “Rindu Cahaya” merupakan karya Najwa sendiri. Najwa diketahui adalah penyintas disabilitas netra akibat sakit tumor otak yang diderita pada kelas 8. Sejak saat itu, dia mencurahkan perasaannya dengan membuat puisi.

Siapa sangka, puisi dengan diksi sederhana nan bermakna yang ia bawakan itu, mampu menyentuh relung kalbu Ahmad Luthfi, bahkan sampai berkali-kali mengusap bulir-bulir air matanya.

Memberikan Pelukan... 

Air mata Luthfi menetes saat Najwa sampai pada pembacaan bait ini:

Sudah bertambah kah keriputmu,

Ayah masihkah kau nampak gagah,

Bahumu yang kekar di setiap langkah,

Pejuang nafkah tak kenal lelah,

Sudah kering kah luka yang dulu marah,

Oh, cahaya,

Sudikah engkau menghampiriku sebentar saja

Kupinjam sinarmu,

Aku rindu wajah ayah ibuku,

Tak peduli bagaimana rupaku.

Suasana itu terus berkelibat sampai Najwa menuntaskan seluruh tubuh puisi karyanya itu. Seketika itu juga, Ahmad Luthfi langsung memberikan pelukan kepada Najwa.

Keduanya kemudian terlibat dialog pendek tentang sakit yang diderita, sampai pada cita-cita Najwa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

”Saya mau kuliah, di UNS. Nanti mau jadi guru di sini (SLBN),” ujarnya lirih kepada Luthfi.

Siswa Berprestasi Jateng... 

Ahmad Luthfi yang mendengar mimpi Najwa langsung menanggapi dengan serius. Dia akan mendukung penuh cita-cita Najwa untuk meraih mimpinya.

Apalagi Najwa adalah salah seorang siswa berprestasi, yang mewakili Jawa Tengah untuk lomba baca tulis puisi pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

”Pintar sekali. Adik harus kuliah,” kata Ahmad Luthfi, sembari mengarahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin untuk mewujudkan cita-cita Najwa.

Najwa yang ditemui usai momen tersebut menyampaikan rasa senangnya, dapat bertemu dengan Ahmad Luthfi. Dia kemudian menceritakan, isi puisi itu didedikasikan untuk orangtua.

”Iya (untuk orangtua). Dulu saya bisa melihat, tapi sekarang cuma bisa mendengar suara dan napasnya,” ujarnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler