Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pekalongan – Dua kuliner khas Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Yakni, nasi megono dan lopis krapyak.

Penetapan dua kuliner sebagai WBTB nasional ini merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak tahun 2023.

”Prosesnya sudah dimulai sejak 2023. Saat itu belum lolos karena ada kekurangan pada kajian ilmiah. Tetapi setelah dilengkapi pada 2024 dan diajukan kembali pada 8 Oktober 2025, dua usulan kami mendapat pengakuan secara nasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan Sabaryo Pramono, Selasa (14/10/2025).

Menurut dia, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam penetapan WBTB itu. Seperti karya budaya yang diajukan baik berupa kuliner, seni, maupun bentuk budaya lainnya, harus memiliki pelestari atau maestro.

Kemudian, kelengkapan kajian ilmiah, video dokumenter yang menggambarkan nilai dan proses budaya tersebut, serta rencana pengembangan sebagai bentuk komitmen pelestarian jangka panjang.

Ia mengatakan, salah satu maestro yang berperan aktif dalam pelestarian masakan Megono adalah pemilik Rumah Makan Mas Duki yang bersinergi dengan Pemkot Pekalongan dalam upaya mengembangkan kuliner itu.

Bahkan menciptakan inovasi berupa megono Kaleng agar lebih awet dan bisa dinikmati di mana saja.

”Kalau megono asli biasanya cuma tahan dari pagi sampai sore. Akan tetapi, Megono Kaleng ini bisa dibawa bepergian dan tetap tahan lama, ini bagian dari inovasi pelestarian,” katanya, dilansir dari Antara Jateng.

Peluang Ekonomi Masyarakat... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler