Kunjungi Jawa Tengah, Dubes Inggris Siap Perkuat Kerja Sama Investasi
Dani Agus
Rabu, 22 Oktober 2025 19:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey, Rabu (22/10/2025).
Turut serta dalam lawatan tersebut British Council, dan Kamar Dagang Inggris di Indonesia atau BritCham.
Ahmad Luthfi menyambut baik kedatangan rombongan Dubes Inggris. Dalam pertemuan di Kantor Gubernur, keduanya membahas sejumlah peluang kerja sama di berbagai sektor.
”Kami berterima kasih atas kunjungan Duta Besar Inggris. Ada banyak hal yang akan kami tindak lanjuti, mulai dari ekonomi hijau, pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi logistik melalui dry port di Batang,” ujar Gubernur Luthfi.
Selain itu, kerja sama juga akan diperluas ke bidang pendidikan melalui program pertukaran mahasiswa dengan beberapa universitas di Jawa Tengah, termasuk Universitas Diponegoro (Undip).
Inggris juga berencana menurunkan tim peneliti untuk mendalami isu sampah plastik di Semarang. Ahmad Luthfi menyatakan, pihaknya turut mengundang Dubes Jermey untuk hadir dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) pada 4 November mendatang.
Ajang tersebut sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak investor internasional ke Jawa Tengah.
Selain itu, Ahmad Luthfi juga membeberkan terkait program penanaman mangrove “Mageri Segoro”. Dia mengatakan, ada potensi 72 hektare lahan yang masih bisa ditanami bakau, dan digabungkan dengan budidaya nila salin.
Investasi Inggris di Jateng...
- 1
- 2



