Pemprov Jateng Aktifkan 8 Pompa, Atasi Banjir di Kota Semarang
Dani Agus
Jumat, 24 Oktober 2025 18:53:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Pemprov Jateng mengaktifkan dua pompa lagi untuk menangani sejumlah titik banjir yang ada di Kota Semarang. Jumlah itu bertambah dua pompa jika dibandingkan pada hari sebelumnya yang ada enam unit.
Adanya penambahan pompa yang diaktifkan, diperkirakan bisa menyedot air hingga 1.900 liter per second (LPS). Jika tidak ada curah hujan tinggi, maka air diharapkan bisa segera surut. Lantaran pompa aktif selama 24 jam.
”Semenjak kemarin pompa telah terpasang. Hari ini Bapak Gubernur menginstruksikan menambah pompa agar lekas surut. Jika kemarin mampu menyedot air 1.400 LPS, maka jika ditambah dua poma jadi 1.900 LPS,” kata Kepala Pusdataru Pemprov Jateng Henggar Budi Anggoro, Jumat (24/10/2025).
Ditambahkan, delapan pompa tersebut terpasang di sejumlah titik. Satu pompa di sekitar Kali Tenggang, dua pompa di Terboyo, dan tiga pompa di Kali Sringin.
Sementara dua pompa akan dipasang di titik efektif untuk melakukan pembuangan air genangan, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dua pompa tambahan itu berasal dari Balai PSDA yang berada di Tegal dan Kudus.
Selain pemasangan pompa, pihaknya juga turun ke lokasi banjir guna mengecek penyebab utama, mengapa begitu banyak genangan.
”Kami cek, tidak ada kaitan dengan pembangunan tol. Ini karena curah hujan yang begitu tinggi, karena hujan deras dalam beberapa hari terakhir,” ungkap Henggar.
Dia menekankan, sungai yang meluap itu tidak semata tanggung jawab Pemprov Jateng. Masing-masing sungai ada penanggung jawab sesuai kewenangan. Sejumlah sungai juga dikelola oleh kementerian melalui Balai Besar Pemali Juana.
Menyiapkan Pengungsian...
- 1
- 2



