Pemprov Jateng Libatkan Pendidikan Vokasi Wujudkan Penumpu Pangan
Dani Agus
Jumat, 7 November 2025 08:33:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Beragam upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna mewujudkan provinsi penumpu pangan dan industri nasional.
Terbaru, Pemprov Jateng bakal melibatkan sektor pendidikan vokasi. Pasalnya, inovasi teknologi terapan hingga keterampilan tenaga kerja dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, untuk menjadikan Jateng sebagai penumpu pangan dan industri, memang menjadi tantangan tersendiri.
Hal itu karena dua tujuan tersebut tampak seperti bertolak belakang. Akan tetapi, keduanya bisa berjalan beriringan bila terkelola dengan baik.
”Inilah tantangan kita untuk menjadikannya seimbang, supaya bisa menjadi potensi yang luar biasa di Jawa Tengah,” ucap Sumarno, saat Pembukaan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah 2025, di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Kamis (6/11/2025).
Dia menyampaikan apresiasi pada pihak pendidikan vokasi di Jateng, baik dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan perguruan tinggi vokasi, yang mampu menampilkan karya-karya teknologi terapan.
Di antaranya, alat pembuat pelet pakan ikan, mesin pemantau pengembangan tanaman salak, mesin pengolahan ikan, hingga purwarupa alat-alat untuk kebutuhan industri.
”Kami juga minta bantuan dari dunia pendidikan vokasi, untuk bisa menyiapkan tenaga kerja yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri di Jawa Tengah,” beber Sumarno.
Kontribusi Nyata...
- 1
- 2



