Hadiri Rapat Panitia Khataman dan Silatnas JMQH, Ini Pesan Taj Yasin
Dani Agus
Jumat, 14 November 2025 23:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Jami’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat (JMQH) menggelar Rapat Panitia Khataman Al-Qur’an Bil Hifzhi, dan Silaturahim Nasional (Silatnas) III JMQH di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jumat (14/11/2025).
Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin yang juga pembina JMQH. Hadir pula, Ketua JMQH Pusat Maftuhah Manan Minan, Pengurus JMQH Pusat yang juga istri Wakil Gubernur Jateng Nawal Arafah Yasin, serta pengurus JMQH dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin meminta agar organisasi perempuan penghafal Al-Qur’an tersebut terus konsisten menjaga dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di Indonesia.
Taj Yasin mengucapkan terima kasih kepada JMQH yang selama ini tidak sekadar menghafal Al-Qur’an, tetapi juga melafalkannya sesuai dengan makhorijul huruf, serta mengamalkan isi dan kandungan di dalamnya.
”Terima kasih kepada para ibu nyai dan para hafizah di Indonesia. Khususnya yang sampai saat ini benar-bener menjaga, bukan hanya menjaga makhorijul hurufnya, tapi juga menjaga hafalannya, sekaligus yang ada di dalam kandungan Al-Qur’an itu dipraktikkan,” kata Taj Yasin.
Ia mengatakan, Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, untuk disebarkan kepada umat manusia di seluruh penjuru dunia.
Meskipun diturunkan ribuan tahun lalu, keaslian Al-Qur’an akan tetap dijaga oleh Allah sampai hari kiamat. Hal ini, kata dia, tidak lain karena melalui para penghafal Al-Qur’an, sehingga kitab suci umat Islam tersebut benar-benar terjaga.
Gus Yasin menekankan, Al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk umat manusia dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai dan kandungan yang ada di dalamnya tetap relevan di setiap zaman dan tempat.
Penghafal Al-Qur’an...
- 1
- 2



