Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Setelah dibangun kembali pascakebakaran 30 tahun silam, kompleks kios ini belum pernah mendapatkan perbaikan atau peremajaan infrastruktur secara menyeluruh, sehingga kondisi instalasi listrik dan bangunan diduga sudah tidak lagi ideal.

Mahasiswa UIN Hanyut Terseret Arus Sungai di Kendal

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dijalani oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri atau UIN Walisongo Semarang di Kabupaten Kendal berakhir duka.

Sebanyak enam mahasiswa yang sedang bertugas hanyut terseret arus Sungai Jolinggo di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, pada Selasa (4/11/2025).

Berdasarkan kesaksian mahasiswa selamat, total ada 15 orang mahasiswa KKN yang berada di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo. Lokasi tersebut dikenal sebagai tempat kegiatan tubing (arum jeram ban).

Sekitar pukul 13.30 WIB, tiba-tiba terjadi banjir bandang akibat hujan deras di bagian hulu sungai, menyebabkan arus menjadi sangat deras.

Enam mahasiswa yang berada di tengah sungai langsung terseret arus. Sembilan mahasiswa lainnya yang berada di tepi sungai berhasil menyelamatkan diri.

Menurut warga, bahwa kontur sungai di area tubing Genting cukup sempit dan terjal, sehingga arus air bah sangat kuat.

Pihak pengelola juga biasanya tidak mengizinkan aktivitas jika hujan turun di hulu, dan korban saat itu bermain tanpa sepengetahuan pengelola. Kekhawatiran itu terjadi, 15 mahasiswa terseret banjir.

Enam di antaranya hilang dan sembilan selamat. Seluruh korban yang meninggal telah dijemput oleh pihak keluarga pada Kamis dini hari (6/11/2025).

Tragedi ini memicu reaksi dari internal kampus, termasuk kritik terhadap pengawasan kegiatan KKN.

Ketua DEMA UIN Semarang, Muhammad Mu'tasim Billah, mendesak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Walisongo untuk segera melakukan evaluasi total.

Selain itu, tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya keselamatan dan pengawasan ketat dalam kegiatan akademik di luar kampus, terutama yang melibatkan risiko alam.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini