Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memetakan dampak pascabencana banjir sejak awal tahun 2026. Pemetaan ini termasuk juga menghitung kerusakan infrastruktur di jalur Pantura yang menjadi urat nadi perekonomian.

”Banjir di Jawa Tengah memang sampai saat ini belum selesai semuanya. Untuk penanganan pascabencana, kami baru mulai menghitung dan memetakan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, seusai menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, jalur utama Pantura dari Kabupaten Rembang hingga Kota Semarang, menjadi perhatian utama. Kerusakan tidak hanya terjadi di jalan nasional, tetapi juga di jalan kabupaten dan provinsi, akibat tingginya intensitas kendaraan yang melintas saat banjir.

”Kami sampaikan ke pemerintah pusat, jalur Pantura dari Rembang sampai Semarang itu belum kita hitung semuanya. Belum lagi dari Semarang ke arah barat,” jelasnya.

Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan pengajuan anggaran, termasuk untuk pembangunan dan peninggian tanggul sebagai langkah pencegahan, agar banjir tidak terulang tahun depan.

Di wilayah Pati, lanjut Taj Yasin, banjir terjadi akibat limpasan debit air yang sangat tinggi. Tantangan semakin berat karena banjir terjadi bersamaan dengan musim rob, sehingga pembuangan air menjadi lebih sulit.

Di Kota Pekalongan, Pemprov Jateng menilai pembangunan bendungan karet di Sungai Bremi menjadi kebutuhan mendesak, meski membutuhkan anggaran besar. Hal serupa direncanakan di wilayah hilir Kabupaten Pati.

Namun, Taj Yasin menegaskan pemasangan infrastruktur pengendali banjir harus melalui dialog dengan masyarakat, khususnya nelayan di sekitar Sungai Juwana.

Operasi Modifikasi Cuaca... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler