Rumah Bersama Ekspor Jateng Diluncurkan, Jembatan Tembus Pasar Global
Dani Agus
Sabtu, 31 Januari 2026 10:04:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut dia, meskipun jumlah pelaku UMKM di Jateng sangat besar, pelaku yang mengikuti pameran maupun ekspor masih terbatas. Harapannya, CJTEC bisa menjadi wadah kurasi, agar produk UMKM memenuhi standar kualitas dan daya saing pasar.
Di samping itu, Dekranasda Jateng juga akan melibatkan CJTEC dalam hal fasilitasi business matching atau ajang temu bisnis, antara pengrajin UMKM dengan calon buyer maupun eksportir.
Dia membeberkan, kinerja ekspor nonmigas Jateng terus membaik. Pada periode November 2025, tercatat naik sebesar 14,59 persen dibanding November 2024, atau dari 977,97 juta dolar AS menjadi 1.120,69 juta dolar AS.
Secara kumulatif, nilai ekspor Jateng Januari-November 2025 sebesar 11.433,61 juta dolar AS, atau naik 9,69 persen dibanding periode tahun 2024 di angka 10.024,54 juta dolar AS. Tujuan ekspor terbesar yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.
Nawal menjelaskan, banyak produk unggulan Jateng yang dilirik pasar global, termasuk kriya dan UMKM. Contohnya, Naruna Ceramik dari Salatiga, dengan produk peralatan dapur dan rumah tangga, serta Roro Kenes dari Kota Semarang, yang terkenal dengan tas anyaman kulit.
Tidak hanya itu, Jateng juga memiliki potensi besar yang tidak dimiliki daerah lain, seperti tenun troso dari Jepara yang berjumlah 344 unit usaha. Bahkan sektor ini mencatatkan nilai ekonomi mencapai Rp 25,8 miliar per bulan.
Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pihaknya terus mendorong pola pembinaan berjenjang, di mana UMKM sukses aktif membina UMKM yang masih merangkak naik.
Sementara, Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto mengatakan, ide menggagas Rumah Bersama Ekspor Jateng muncul karena banyaknya tantangan di dunia usaha, terutama sektor UMKM. Mulai dari persaingan ketat, ketertinggalan akibat digitalisasi, dan standar produk yang diminati pasar.
Hubungan Jejaring Ekspor...



