Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,37 Persen, Lampaui Capaian Nasional
Dani Agus
Sabtu, 7 Februari 2026 12:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencapai 5,37 persen (y-on-y) pada triwulan IV tahun 2025. Capaian itu memosisikan Provinsi Jateng di atas rata-rata pertumbuhan nasional, yang berada pada angka 5,11 persen.
Jawa Tengah menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa. Tidak sekadar angka makro, pertumbuhan itu terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat, dengan turunnya angka kemiskinan secara signifikan.
”Angka kemiskinan kita bisa turunkan, kita semakin baik, maka ini perlu kita tingkatkan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan pengarahan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (6/2/2026).
Taj Yasin menyatakan, momentum pertumbuhan yang berada di atas nasional itu harus terus dijaga, dan diarahkan untuk program-program yang menyentuh masyarakat bawah.
”Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, agar kualitas hidup mereka meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno mengungkapkan, angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025.
Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang.
”Pertumbuhan kita inklusif, didukung oleh gini ratio di angka 0,350. Hal ini mengindikasikan ketimpangan pendapatan antarpenduduk semakin menyempit,” ujar Sumarno.
Produk Domestik Regional Bruto...
- 1
- 2



