Pengembangan Wisata Syariah, Sekda Jateng Ajak PHRI Perkuat Kolaborasi
Dani Agus
Selasa, 10 Februari 2026 20:00:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) diajak untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya mempercepat pembangunan sektor pariwisata.
Hal itu sejalan dengan visi strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang akan menjadikan sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi halal berbasis syariah, sebagai prioritas utama pembangunan pada 2027
”Bagi kami, momentum ini sangat sejalan dengan program Pak Gubernur. Di tahun 2027 nanti, kita akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, pada acara Welcoming Dinner Rakernas 1 PHRI, di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (9/2/2026) malam.
Sekda menjelaskan, struktur pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini sangat didominasi oleh sektor konsumsi. Karenanya, peningkatan kunjungan wisatawan menjadi kunci utama untuk mendongkrak daya beli masyarakat, dan menghidupkan ekosistem UMKM di wilayah tersebut.
”Pariwisata adalah pintu utama untuk meningkatkan konsumsi di Jawa Tengah. Dengan kunjungan yang lebih banyak, otomatis konsumsi meningkat dan dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku UMKM,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Jateng telah melakukan reorganisasi birokrasi dengan membentuk dinas yang khusus didedikasikan untuk sektor ini, yakni Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.
Integrasi ini, lanjut Sumarno, diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat, antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Selain fokus pada wisata syariah, Sumarno juga menyoroti potensi sport tourism (wisata olahraga), sebagai magnet penarik wisatawan yang paling efektif saat ini. Dia mendorong setiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah, untuk aktif menggelar event olahraga, khususnya lari.
Rakernas PHRI...
Sekda menyampaikan apresiasi, atas dipilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Rakernas PHRI. Dia berharap, pertemuan nasional ini dapat menghasilkan akselerasi nyata bagi pembangunan pariwisata, yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi BS Sukamdani menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jateng dalam menyukseskan Rakernas PHRI.
Dalam kesempatan tersebut, dia menitipkan sejumlah aspirasi, agar iklim usaha di sektor pariwisata semakin sehat dan kondusif.
Hariyadi berharap, pemerintah daerah dapat turut mengawal dinamika regulasi, seperti perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI) agar lebih tersosialisasi dengan baik.
Selain itu, dia memberikan masukan mengenai pentingnya standarisasi akomodasi, seperti homestay, agar selaras dengan fungsi aslinya dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan industri perhotelan.
”Problem ini memang urusan pemerintah pusat, tapi mungkin sebagai pemprov perlu tahu juga,” pungkasnya.



