Akibat debit air yang melampaui daya tampung, berdampak pada jebolnya tanggul Sungai Tuntang di enam lokasi, serta terjadi limpasan air di beberapa lokasi pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso (Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).
Murianews, Demak – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini berangsur surut. Kondisi ini membuat sebagian warga yang sebelumnya mengungsi di sejumlah lokasi, pulang ke rumah masing-masing.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono menyatakan, dari hasil monitoring di lapangan, tersisa 12 jiwa yang masih bertahan di Madrasah Diniyah Dukuh Sindon, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.
BPBD mendapat informasi belasan warga yang masih di pengungsian itu juga berencana pulang ke rumahnya pada hari ini karena genangan banjir sudah surut, sehingga mereka perlu melakukan bersih-bersih rumahnya.
Sementara itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mulai melakukan perbaikan enam lokasi tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang yang tersebar di dua desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyusul mulai menurunnya debit air sungai tersebut.
”Masing-masing lokasi tanggul jebol diterjunkan alat berat untuk percepatan perbaikan tanggul, senyampang debit airnya menurun," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono, dilansir dari Antara Jateng, Minggu (5/4/2026).
Hal itu, kata dia, bisa diketahui dalam penanganan tanggul jebol di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, menggunakan dua unit ekskavator.
Camat Guntur Sukardjo membenarkan bahwa para pengungsi yang sebelumnya menempati aula kantor kecamatan ada 114 jiwa, hari ini pukul 10.00 WIB sudah pulang ke rumahnya masing-masing, karena banjir mulai surut.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak disebabkan debit air Sungai Tuntang yang melintasi Kabupaten Demak melebihi daya tampung, menyusul intensitas curah hujan tinggi di kawasan hulunya. Sedangkan di Kabupaten Demak sendiri dalam kondisi cuaca cerah.
Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang...
Akibat debit air yang melampaui daya tampung, berdampak pada jebolnya tanggul Sungai Tuntang di enam lokasi, serta terjadi limpasan air di beberapa lokasi pada Jumat (3/4/2026) pagi.
BPBD Demak mencatat mencatat banjir yang melanda mengakibatkan 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak. Sedangkan yang mengungsi mencapai 2.839 jiwa yang berasal dari sembilan desa dari empat kecamatan.
Meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso (Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).