Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan National Governance Award 2026 atas progresivitasnya dalam penanganan stunting (tengkes).

Ajang National Governance Award 2026 memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah pada enam sektor strategis.

Yakni Economic Growth, Health Ecosystem, Education, Infrastructure, Good Governance, dan Strategic Leadership. Seluruh penerima penghargaan telah melalui proses kurasi dan penelaahan berbasis data yang diperkaya masukan dewan juri.

Penghargaan itu secara simbolis diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar kepada Ahmad Luthfi dalam ajang National Governance Award 2026: ”Sinergi Nusantara untuk Indonesia”, di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.

Sejauh ini, ada beragam upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam menurunkan stunting. Antara lain, skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil.

Berikutnya, ada pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemantauan pertumbuhan balita, dan lainnya.

Penghargaan tersebut juga tidak lepas dari penguatan layanan kesehatan, mulai dari program dokter spesialis keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Fastrack Rumah Sakit, pembiayaan kesehatan, hingga dukungan lintas sektor.

Pada 2024, prevalensi stunting Jateng berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia berada di angka 17,1 persen, atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20,7 persen. Bahkan, prevelensi itu di bawah angka nasional yang sebesar 19,8 persen.

Pemprov Jateng akan Terus Berinovasi... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler