Arca dan Peripih Ditemukan dalam Pemugaran Candi Losari Magelang
Dani Agus
Senin, 8 Juni 2026 07:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Penemuan arca kali ini melengkapi hasil ekskavasi sebelumnya yang menemukan tiga arca dengan bentuk serupa.
Secara keseluruhan, arca-arca tersebut memiliki karakteristik yang sama dan diduga merepresentasikan Dewa Surya dalam tradisi Hindu, dengan perbedaan ukuran yang sangat tipis.
Tim memperkirakan jumlah arca dalam satu kesatuan struktur mencapai delapan blok. Namun hingga kini, baru lima arca yang berhasil ditemukan, sementara sisanya belum dapat dipastikan keberadaannya.
Seluruh temuan terbaru, termasuk arca dan peripih, telah diamankan di kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X guna menjaga keamanan dan mendukung proses penelitian lebih lanjut.
Candi Losari sendiri dikenal sebagai situs unik karena sebagian besar strukturnya berada di bawah permukaan tanah. Kondisi ini diduga akibat tertimbun material erupsi Gunung Merapi pada masa lalu.
Junawan menambahkan, pemugaran yang dimulai sejak Februari 2026 ditargetkan mencapai lapisan ke-14 hingga Oktober 2026. Tahap awal ini difokuskan pada penyusunan bagian kaki dan sebagian tubuh bawah candi.
”Bentuk utuh candi belum akan terlihat pada tahap ini karena prosesnya bertahap dan berlanjut ke tahap berikutnya,” jelas Junawan.
Setelah tahap pertama selesai, tim berencana melanjutkan ekskavasi di sisi barat dan selatan. Area tersebut diduga masih menyimpan struktur tambahan yang tertimbun, termasuk kemungkinan keberadaan candi perwara sebagai bagian dari kompleks percandian.



