Aktivitas Pendakian Naik, BPBD Temanggung Waspadai Ancaman Kebakaran
Dani Agus
Selasa, 9 Juni 2026 22:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Temanggung – Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Sumbing dan Sindoro kini jadi perhatian serius BPBD Temanggung, Jawa Tengah.
Hal ini seiring datangnya musim kemarau dan meningkatnya aktivitas pendakian gunung saat momen liburan.
Kawasan Gunung Sumbing dan Sindoro menjadi perhatian utama, karena memiliki riwayat kebakaran hutan pada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola basecamp pendakian di Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau untuk memperkuat langkah pencegahan.
”Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperketat pemeriksaan perlengkapan pendaki, serta memberikan edukasi terkait larangan menyalakan api unggun selama pendakian,” kata Totok, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, apabila dalam kondisi darurat pendaki terpaksa membuat api unggun, penggunaannya harus diawasi secara ketat dan dipastikan benar-benar padam setelah digunakan.
Selain itu, para pendaki juga diimbau membawa perlengkapan yang memadai, karena suhu udara di kawasan pegunungan pada musim kemarau cenderung lebih dingin dibandingkan biasanya.
Totok mengatakan, musim kemarau yang bertepatan dengan masa liburan diperkirakan akan meningkatkan jumlah pendaki di sejumlah gunung di Temanggung.
Untuk itu, kewaspadaan seluruh pihak perlu ditingkatkan untuk mencegah munculnya titik api yang dapat memicu kebakaran hutan.



