Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurutnya, kerja sama sister province dan sister city dapat dilakukan, untuk mendorong perekonomian di Jawa Tengah. Apalagi hubungan ekonomi Jawa Tengah dengan Iran sudah terjalin cukup lama.
Tercatat, pada 2025 nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah ke Iran mencapai sekitar 7,43 juta dolar AS, dengan neraca perdagangan yang masih surplus.
Sementara untuk realisasi investasi Iran di Jawa Tengah selama periode 2022 hingga Triwulan I 2026, baru mencapai sekitar Rp 612 juta dan menempati peringkat ke-59 sebagai negara asal investasi.
”Investasi Iran di Jawa Tengah paling banyak di wilayah Jepara, yaitu terkait dengan pemanfaatan ukiran kayu,” jelasnya.
Di sisi lain, potensi Jawa Tengah masih cukup besar. Karena itu, Ahmad Luthfi juga menawarkan sejumlah proyek strategis yang mungkin dapat menarik investasi dari Iran.
Di antaranya sektor pariwisata, energi hijau, pengelolaan sampah menjadi energi, green hospital, kawasan perikanan terpadu, dan industri pengolahan garam.
”Provinsi Jawa Tengah penduduknya adalah 38,46 juta jiwa. Sebanyak 96 persen penduduknya adalah muslim. Kedekatan budaya tersebut diharapkan dapat mendukung kerja sama antara Jawa Tengah dengan Iran lebih meningkat lagi,” ucap Luthfi.
Sementara itu, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengatakan, diskusi dengan Gubernur Ahmad Luthfi dan stafnya berjalan dengan sangat baik.
Kerja Sama Sister City...
Baca Juga



