Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – PT Pertamina meminta warga Jawa Tengah untuk tetap tenang menyikapi kondisi harga Pertamax naik signifikan per hari ini, Rabu (10/6/2026).
Sebelumnya, harga Pertamax berada di angka Rp 12.300 per liter. Kini, harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter atau selisih nyaris Rp 4000 per liter.
Area Manager Commucication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng, Taufiq Kurniawan menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax ini hanya terjadi pada sebagian kecil produk yang dikonsumsi masyarakat.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Murianews.com, Rabu (10/6/2026), Taufiq memaparkan, hingga Juni 2026, mayoritas konsumsi BBM di Jateng masih didominasi produk subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga.
Pada segmen gasoline, kata Taufiq, konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen, Pertamax 25,9 persen, Pertamax turbo dan Pertamax green secara total hanya sekitar 0,9 persen.
Sedangkan segmen gasoil atau solar, konsumsi biosolar (subsidi) mencapai 96,6 persen. Sementara dexlite dan pertamine Dex 3,4 persen.
”Dengan komposisi tersebut, dapat disampaikan bahwa produk-produk yang mengalami penyesuaian harga, yakni pertamax turbo, dexlite, dan pertamine Dex, hanya mencakup sekitar 1,7 persen dari total konsumsi BBM di Jawa Bagian Tengah,” sebut Taufiq.
Pastikan Stok Aman...
Sementara itu, lanjut Taufiq, lebih dari 98 persen konsumsi BBM masyarakat berasal dari produk yang tidak mengalami penyesuaian harga.
”Sehingga dampanya terhadap masyarakat luas relatif sangat terbatas,” ungkap Taufiq.
Sebagai operator, Pertamina menjalankan penyesuaian harga BBM non-subsidi sesuai ketentuan pemerintah dan mekanisme yang berlaku. Dengan tetap memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi seluruh masyarakat.
”(Penyaluran BBM), baik pertalite maupun Pertamax, saat ini berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Warga bisa tenang bukan hanya dari tambahan kiriman, tapi tebalnya stok. Kami terus memonitor kondisi penyaluran dan memastikan penyaluran berjalan lancar sesuai kebutuhan masyarakat,” tandas Taufiq.
Editor: Zulkifli Fahmi



