Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dikutip dari berbagai sumber, salon kambing ini melayani bagian tubuh hewan kurban. Seperti perawatan bulu, tanduk dan kuku kaki. "Salon hanya untuk kambing. Khusus kambing saja," kata Suharman.

Di salon miliknya tersedia beberapa peralatan, seperti gergaji besi, gunting kebun, kikir dan semir sepatu cair. "Gergaji untuk memotong tanduk, gunting untuk cukur bulu sedangkan kikir untuk merapikan kuku kaki," ujarnya.

Lokasi salon kambing dekat dengan pusat jual beli pasar hewan. Hal itu juga yang menjadi pemicu salon kambing kian ramai.

Saat jelang Idul Adha seperti sekarang, kambing yang butuh perawatan semakin banyak. Saat jelang Idul Adha 1 September, dia bisa merias kambing hingga 125 ekor per hari. Hari biasa, dia hanya merias sekitar 20 ekor per hari.
Adapun biayanya Rp 20 ribu per ekor. Biaya itu, menurutnya, tak begitu mahal. Mengingat, usai dirias, harga kambing bisa lebih tinggi dari pasaran. Bahkan kenaikannya bisa mencapai Rp 500 ribu per ekor.Biasanya, mereka yang datang ke salonnya, adalah pemilik kambing yang ingin meningkatkan harga jual kambingnya. "Kalau biasanya cuma ditawar Rp 2 juta, setelah disalon, harga tawar meningkat bisa mencapai Rp2,5 juta," ujarnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler