Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Charis sebelumnya mendaki bersama delapan orang rekannya dan seorang pemandu, Damuri, warga Tegal, melalui jalur Guci, Kabupaten Tegal. Delapan orang rekannya, adalah Khusnul Aqiqah (21), Galang Bela Nusa (19), Ahmad Willy (18), Rizki Reza Adam (17), A Zubaedi (27), Yuli Mulyawati (23), Miftah (25), dan Adi Sunanto (18)

Mereka mendaki pada Sabtu (23/9/2017), dan berhasil sampai puncak gunung pada Minggu (24/9/2017) pukul 09.00 WIB. Saat mereka turun itulah, Charis menghilang."Kami menduga survivor (Charis) terpisah saat perjalanan turun. Menurut rekan-rekannya, kondisi lingkungan saat turun mulai berkabut," kata Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Noer Isrodin dikutip dari tribunjateng.com.

Keterangan beberapa rekan korban, korban terpisah dengan teman-temannya saat sedang melakukan perjalanan turun dari puncak Slamet. Charis pamit buang air besar (BAB) beberapa saat setelah turun dari puncak. Informasinya, saat itu kondisi sekitar puncak Slamet sedang diselimuti kabut tebal.

Baca : Pendaki yang Hilang 3 Hari di Gunung Slamet Ketemu, Begini Nasibnya

Delapan pendaki dan satu pemandu sempat mencari keberadaan Charis tapi tak membuahkan hasil. Rombongan bersepakat turun pada pukul 13.00 WIB tanpa Charis. Selanjutnya, peristiwa hilangnya Charis dilaporkan rombongan pendaki ke Basecamp Gupala. Lantas, Tim SAR gabungan mencari keberadaannya.Pencarian melibatkan Tim SAR Purbalingga yang naik melalui jalur pendakian Bambangan untuk ikut membantu menyisir dijalur pendakian Guci, Tegal. "Ya betul ada 12 personel (ikut menyisir). Untuk saat in kami belum dapat info perkembangan dari tim kami yang meluncur tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB," kata Slamet Ardiansyah Koordinator Tim SAR Jalur Bambangan, Purbalingga Selasa (26/9/2017).Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Moelwahyono mengatakan hingga tadi pagi, Tim SAR Gabungan yang telah berangkat menuju puncak Gunung Slamet melalui jalur Guci. Namun sampai saat ini belum menemukan titik terang pendaki yang hilang tersebut.Sejak Senin (25/9/2017), Tim SAR Gabungan yang berada di Guci juga sudah berkoordinasi dengan Pos Pendakian Bambangan, Purbalingga yang langsung memberangkatkan timnya menuju Gunung Slamet. Kondisi lereng Gunung Slamet yang saat ini kerap terjadi hujan dan kabut tebal, membuat upaya pencarian cukup sulit dilakukan.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler