Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dilansir dari detik.com, jejak telapak kaki itu ditemukan di depan rumah Surawan (50), warga Dusun Barepan, Kamis (28/9/2017) dini hari.

"Saya baru saja pulang badminton bersama anak, sampai rumah sekitar pukul 12 malam. Sampai depan rumah, saya lihat pot bunga berserakan, saya kira ada orang yang tidak suka dan membuat kerusakan," ujar Surawan.

Merasa janggal, Surawan bersama anaknya, kemudian mengambil senter dan melihat kerusakan yang terjadi. Tak disangka, mereka menemukan jejak kaki berukuran tidak biasa.

"Ada dua jejak kaki, satu di depan pintu samping, satunya lagi diantara pot yang berserakan," ungkap Surawan.

Ukuran kaki tersebut, diperkirakan mempunyai panjang 35 centimeter, lebar tumit 8 centimeter, lebar jari kaki 15 centimeter. Adapun kedalaman jejak telapak kaki mencapai sekitar 4 centimeter. Sedangkan jarak antara jejak satu kaki dengan lainnya sekitar 1,5 meter.

Temuan tersebut dalam waktu singkat langsung menyebar di lingkungan Dusun Barepan. Warga yang penasaran berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung wujud jejak kaki tersebut.
Surawan dan warga mempercayai bahwa pemilik jejak itu adalah makhluk yang menghuni sebuah tempat tak jauh dari lokasi temuan jejak. Warga dusun tersebut meyakini bahwa pohon mojo di kebun depan rumah Surawan memiliki penunggu. Penunggu itulah yang kemudian muncul ketika pohon tersebut dirapikan dengan memotong dahan-dahannya.Pohon itu memang kehilangan banyak dahan setelah dirapikan warga pada Minggu lalu. Pohon mojo itu sudah berumur lebih dari 30 tahu, berada di pekarangan Surawan, yang terletak di pinggir desa. "Ditanam sekitar tahun 1985 lalu," kata Surawan.Surawan dan beberapa warga menghubung-hubungkan temuan jejak itu dengan kemunculan makhluk dari dimensi lain yang disebut-sebut menghuni pohon tersebut. Sebelumnya memang sesepuh di dusun meminta agar tidak menebang pohon mojo tersebut.Surawan mengaku tidak merekayasa atau membuat sensasi dengan bikin-bikin jejak itu. Tapi apakah benar jejak yang ditemukan adalah berasal dari jejak kaki penghuni pohon mojo? Sulit juga dipastikan.Penuturan Surawan bahwa anak sulungnya pernah melihat sosok penghuni pohon itu pun, tentunya juga sulit dijadikan sebagai bukti.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler