Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono mengatakan, warga bertahan di tempat pengungsian karena menunggu air banjir surut. Dari pengamatan BPBD, banjir hanya surut 20 cm dari ketinggian air 1 hingga 1,8 meter.

“Kondisi ketinggian air masih belum bisa memungkinkan untuk warga kembali ke tempat tinggalnya,” kata Martono di Cilacap, Sabtu (8/11/2017).

Banjir terjadi sejak Rabu (15/11/2017) hingga saat ini. Puluhan rumah terendam air. BPBD berpendapat jika banjir terjadi seiring tingginya curah hujan. Dampaknya, air tak mampu tertampung di Sungai Cipaganjing.

Tanggul sungai itu pun jebol. Tercatat, ada sekitar lima tanggul yang jeboll dengan panjangnya 10 meter. Ada sekitar 89 unit rumah. Di tempat pengungsian, warga harus tinggal seadanya. Dari 1 rumah dihuni 20-25 jiwa dengan 1 sarana MCK.Tidak sedikit pula pengungsi yang tinggal di masjid dan tempat umum lainnya. Termasuk di rumah warga yang tak terdampak. Menurutnya, pengungsi lebih baik tinggal di tempat yang disediakan, dan tempat umum, atau rumah yang tak terdampak.Sejauh ini, kata dia, stok logistik di pengungsian warga tak kurang. Hanya, stok obat masih kurang. Hari ini, warga, TNI, Polri, relawan, BBWS Citanduy mengerjakan kerja bakti.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler