Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka menguras barang berharga milik korban dan membawa kabur uang sebesar 48 juta. Peristiwa perampokan ini terjadi pada Senin (4/12/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut keterangan korban, jumlah perampok yang masuk ke rumahnya empat orang. Mereka membawa senjata tajam dan menutupi wajah dengan cadar.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Kebumen dan Unit Reskrim Polsek Bonorowo Polres Kebumen.

“Saat kami melakukan olah TKP, para pelaku ini diduga masuk rumah dengan cara menjebol pagar tembok utara rumah korban, selanjutnya masuk melalui pintu dapur. Keterangan korban, pelaku itu berjumlah empat orang dengan ciri-ciri memakai tutup kepala dan membawa sajam (senjata tajam),” ucap AKP Willy.

Kasus perampokan itu terbilang cukup singkat. Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, para perampok sudah bisa melumpuhkan penghuni dan menguras uang milik korban. Para pelaku juga meminta korban untuk menunjukan tempat penyimpanan uang dengan kondisi mata tertutup lakban.

Kepada polisi, korban mengatakan jika rumahnya memang jarang dikunci, untuk memudahkan mengecek hewan ternaknya saat malam hari.
“Korban ini,selain usaha toko kelontong, dia juga usaha ayam petelor dan sapi. Jadi, rumahnya jarang dikunci, terutama bagian pintu dapur. Ya, untuk memudahkan mengecek ternaknya,” terangnya.Komari merasa aman, karena sudah ada tembok bata yang mengelilingi rumahnya. Alasan itu yang membuat korban merasa aman dari pencurian. Rumah korban bagian lantai bawah adalah warung atau toko kelontong.Keterangan Komari, saat kejadian seluruh rumah tengah tertidur lelap. Saat itu para keluarga yang terdiri dari istri, anak dan mantu korban tidur di kamar. Komari dan Isterinya di lantai dua.Para korban ditutup mulutnya dan matanya menggunakan lakban agar tidak teriak. Korban sempat mengancam akan membunuh para korban.Selain membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah, pelaku juga menggasak empat buah HP dan tiga slop rokok.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler