Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tiga orang yang ditangkap yakni pemilik toko Ahmad Yusuf, dan dua orang karyawan yakni Agung Nugroho dan Zaenal.

Mereka disinyalir memiliki jaringan dengan kelompok Adi Jihadi yang sama-sama pernah mengikuti pelatihan militer di Basilan, Filipina Selatan.

Dilansir Kompas.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mocgammad Iqbal, ketiga orang yang ditangkap Densus tengah diperiksa di Mapolres Temanggung. "Sekarang sedang diamankan di Mapolres Temanggung. Kita periksa," katanya.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan dua ponsel, enam flashdisk, sebuah dompet, beberapa buku keagamaan, dan uang Rp 28 juta.

Dikutip dari detik.com, Ketua RW 1 Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Slamet Sugiharto menyebut, penangkapan berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB hingga 10.30 WIB.

"Dua orang yang ditangkap itu karyawan toko grosir sepatu sandal. Namanya Agung Nugroho dan Zaenal," jelas Slamet.Ia juga mengaku mendapat informasi jika sebelumnya pemilik toko telah ditangkap terlebih dahulu di Banjarnegara. Sementara penangkapan di temanggung dilakukan untuk menangkap dua karyawan toko."Pemilik toko, namanya Ahmad Yusuf, infonya sudah ditangkap terlebih dahulu di Banjarnegara terkait gerakan radikalisme. Nah yang diamankan ini 2 orang adalah karyawannya yang sehari-hari bekerja sebagai pramuniaga di tokonya," terangnya.Setelah penangkapan sempat dilakukan penggeledahan oleh polisi yang disaksikan oleh Ketua RW setempat."Saya diminta ikut sebagai saksi untuk menyaksikan petugas melakukan penggeledahan di toko," kata Slamet.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler